GOWA – Menunjukkan soliditas yang luar biasa, jajaran Koramil 1409-06/Bajeng bersama Pemerintah Kecamatan Bajeng Barat menggelar aksi Karya Bakti skala besar di depan Kantor Camat Bajeng Barat, Jalan Hama Pelo, Desa Borimatangkasa, Jumat (06/02/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Danramil 1409-06/Bajeng, Letda Inf Arifin B., bersama Camat Bajeng Barat, Syamsul Rijal Pabeta, SE., dengan melibatkan berbagai instansi dan elemen masyarakat setempat.
Aksi gotong royong ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antar-lembaga di wilayah Bajeng Barat. Turut hadir dalam kegiatan ini Personel Koramil 1409-06/Bajeng, Para Kepala Desa dan Kepala Dusun se-Kecamatan Bajeng Barat, Pegawai KUA dan Pegawai BKKBN Kecamatan Bajeng Barat. Staf Kecamatan serta puluhan warga masyarakat sekitar.
Sasaran utama karya bakti kali ini adalah pembersihan tumpukan sampah plastik dan limbah rumah tangga yang menyumbat aliran drainase di sekitar kantor camat. Menggunakan alat manual seperti cangkul, arit, dan mesin rumput, seluruh personel bahu-membahu memastikan Kelancaran Aliran Air: Mengatasi hambatan arus air guna mencegah luapan ke pemukiman warga saat hujan turun.
Menghilangkan bau tidak sedap dan mengurangi risiko penyebaran penyakit akibat sampah yang membusuk dan Merapikan pekarangan serta bahu jalan agar lingkungan terlihat asri dan nyaman dipandang.
Danramil 1409-06/Bajeng menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pembersihan fisik, melainkan media untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong.
“Kami hadir di sini untuk memberikan contoh nyata bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Melalui sinergi ini, kita tidak hanya mencegah banjir, tetapi juga mempererat silaturahmi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat. Inilah wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat yang harus terus kita rawat,” tegas Letda Inf Arifin B.
Selain aksi fisik, kegiatan ini juga diselingi dengan edukasi kepada warga agar berhenti membuang sampah sembarangan ke selokan. Pemerintah kecamatan dan desa juga merencanakan penyediaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di titik-titik strategis desa agar pengelolaan sampah lebih terorganisir dan tidak mencemari ekosistem drainase di masa mendatang.
Aksi yang berlangsung penuh kekeluargaan ini berakhir dengan kondisi lingkungan perkantoran dan jalur drainase yang jauh lebih bersih, lancar, dan tertata rapi.





