GOWA – Musibah bencana alam angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, pada Kamis (05/03/2026).
Menanggapi kejadian tersebut, personel Koramil 1409-06/Bajeng dipimpin langsung oleh Danramil Letda Inf Arifin B., bergerak cepat ke lokasi untuk membantu proses evakuasi dan pendataan warga yang terdampak.
Bencana ini melanda tiga desa sekaligus, yakni Desa Maccini Baji, Desa Pabbentengan, dan Desa Bone. Berdasarkan data sementara di lapangan, dampak kerusakan paling parah terjadi di Desa Maccini Baji dengan total 30 unit rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari kategori rusak berat hingga ringan.
“Kami hadir di tengah masyarakat untuk memberikan bantuan tenaga serta mendata kebutuhan mendesak para korban. Fokus kami adalah memastikan keamanan warga dan membantu membersihkan material bangunan yang porak-poranda agar tidak membahayakan,” ujar Letda Inf Arifin B.
Berikut adalah rincian dampak kerusakan yang dihimpun personel Koramil 1409-06/Bajeng, Desa Maccini Baji: Terdata 7 rumah mengalami rusak berat, termasuk kediaman Ibu Zaenab Dg Mo’la dan Ibu Hadariah Dg Sompa yang membutuhkan puluhan lembar seng serta balok kayu. Sementara 12 rumah lainnya dan satu fasilitas umum (SDN Bontomaero 2) mengalami rusak ringan pada bagian atap.
Desa Pabbentengan: 1 unit rumah milik Sdr. Irfan di Dusun Lanra-lanra mengalami rusak berat dengan estimasi kerugian mencapai Rp10.000.000. Dan Desa Bone: 1 unit rumah milik Irwan Dg Sewang di Dusun Appabone mengalami kerusakan pada bagian atap (seng dan kanal C terangkat).
Beruntung, dalam musibah ini tidak ada korban jiwa (Nihil) maupun luka-luka. Namun, warga yang rumahnya rusak berat saat ini sangat membutuhkan bantuan material berupa seng, balok kayu serta paku untuk memperbaiki tempat tinggal mereka.
Hingga berita ini diturunkan, personel Koramil 06/Bajeng masih berada di lokasi, khususnya di Dusun Pakkingkingan, Desa Maccini Baji, guna membantu warga memperbaiki atap rumah dan mengamankan barang berharga milik warga.
Sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan relawan terus diperkuat guna mempercepat pemulihan kondisi lingkungan pasca bencana.





