TNI  

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Kasdim 1409/Gowa Bacakan Pesan Kepala BPIP: Pancasila Bintang Penuntun Dunia

 

GOWA – Jajaran personel Kodim 1409/Gowa menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan di Lapangan Upacara Makodim 1409/Gowa, Jl. Sultan Hasanuddin, Kelurahan Pandang-Pandang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Senin (1/6/2026).

Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) adalah Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1409/Gowa, Mayor Arh Yuliansyah. Sementara itu, Komandan Upacara dijabat oleh Kapten Inf Syamsudin (Danramil 1409-07/Tompobulu), Perwira Upacara Kapten Inf Iqbal (Pasi Log Kodim 1409/Gowa), dan Pembaca Pembukaan UUD 1945 Lettu Inf Arifin (Danramil 1409-06/Bajeng).

Upacara ini diikuti secara tertib oleh seluruh jajaran Kodim 1409/Gowa yang terdiri dari 1 Kelompok Perwira, 4 Satuan Setingkat Peleton (SST) Bintara dan Tamtama, serta 1 Kelompok Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kodim 1409/Gowa.

Dalam kesempatan tersebut, Mayor Arh Yuliansyah membacakan sambutan tertulis dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Dalam amanatnya, ditekankan bahwa peringatan 1 Juni bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.

“Tema tahun ini merupakan pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi. Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya,” ujar Kasdim saat membacakan amanat Kepala BPIP.

Lebih lanjut, dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia. Peran aktif Indonesia melalui kontribusi pasukan perdamaian di bawah bendera PBB, mediasi konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan merupakan pengejawantahan nyata dari sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Perdamaian sejati bukan hanya ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.

“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan, dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa,” pungkasnya.

Penyelenggaraan upacara ini ditujukan untuk mengenang kembali sejarah historis saat Ir. Soekarno pertama kali mencetuskan konsep dasar negara pada Sidang BPUPKI tahun 1945. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat identitas nasional serta komitmen moral bagi seluruh prajurit dan PNS Kodim 1409/Gowa untuk senantiasa menjadikan ideologi Pancasila sebagai fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.