Gowa, Sulawesi Selatan โ Viral kisah Rangga, siswa SD Inpres Borongbulo di Kecamatan Bontolempangan, yang ke sekolah hanya membawa ubi bakar sebagai bekal, memantik gelombang perhatian publik. Sejak kisahnya ramai di media sosial, berbagai pihak mulai berdatangan memberikan bantuan dan perhatian kepada keluarga Rangga.
Namun di balik ramai-ramainya perhatian itu, muncul suara kritis dari Agus, perwakilan LSM GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) Kecamatan Bontolempangan, yang menilai langkah pemerintah terkesan terlambat dan reaktif.
โSeketika viral, barulah pemerintah ramai-ramai turun memberikan bantuan kepada anak ini. Dari situlah kita bisa menilai bahwa selama ini pemerintah seolah pura-pura tidak melihat warganya sendiri yang hidup dalam keterbatasan, hingga mereka menjadi termarjinalkan dan terabaikan,โ ujar Agus, aktivis GMBI Bontolempangan, Minggu (5/10/2025).
Agus juga menyoroti kisah pilu nenek dari Rangga, yang disebutnya hidup sebatang kara tanpa tersentuh bantuan sosial apa pun dari pemerintah.
โKita harus lihat juga perjalanan hidup neneknya Rangga sebelum cucunya viral. Selama ini bagaimana nasibnya? Mengapa tidak ada perhatian? Baru setelah kisah ini ramai di media sosial, semua pihak mendadak peduli,โ tegasnya.
Menurut Agus, fenomena seperti ini menunjukkan lemahnya sistem pendataan dan perhatian pemerintah terhadap masyarakat miskin ekstrem di wilayah pelosok. Ia berharap momentum viralnya kisah Rangga menjadi bahan introspeksi bagi semua pihak agar tidak menunggu publikasi dan sorotan media untuk bertindak.
“Ketika viral, baru ramai-ramai datang. Jadi muncul pertanyaan besar โ selama ini, ke mana mereka?โ tandasnya dengan nada kecewa.
Agus menegaskan bahwa GMBI Bontolempangan akan terus memantau dan mengawal setiap bentuk bantuan serta memastikan agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar, karena tidak semua penderitaan sempat terekam kamera dan menjadi berita. (SA)
Hai pembaca setia! Temukan solusi media online Anda di





