GOWA — Pembangunan infrastruktur penunjang mobilitas masyarakat di Kabupaten Gowa terus menunjukkan progres signifikan. Sinergi antara TNI dan masyarakat setempat dalam pengerjaan Jembatan Gantung/Perintis Tahap V di dua lokasi strategis berjalan aman, lancar, dan penuh semangat gotong royong. Sabtu (08/08/2026).
Pembangunan ini melibatkan personel gabungan yang terdiri dari Yonzipur, Zibang, Yon TP, serta para Babinsa dari Kodim 1409/Gowa yang berkolaborasi bahu-membahu dengan warga lokal.
Adapun perkembangan fisik pembangunan jembatan gantung di dua titik lokasi tersebut mencatatkan capaian positif yaitu Lokasi Sungai Je’ne Lata, Desa Pattalikang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa: Progres mencapai 75% dan Lokasi Sungai Lambere, Desa Buakkang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa: Progres mencapai 70,40%.
Di tempat terpisah, Komandan Kodim (Dandim) 1409/Gowa, Letkol Inf Gilang Nugraha Kresnadi, memberikan apresiasi setinggi-tingginya serta suntikan semangat kepada seluruh prajurit dan elemen masyarakat yang terlibat di lapangan.
“Kerja keras dan dedikasi para prajurit bersama masyarakat di lapangan sangat luar biasa. Jembatan gantung ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan urat nadi yang akan menghubungkan interaksi sosial, ekonomi, dan pendidikan warga. Tetap utamakan faktor keamanan dalam bekerja, dan jaga terus kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Dandim.
Kehadiran jembatan gantung ini disambut antusias dan haru oleh masyarakat setempat. Warga Desa Pattalikang dan Desa Buakkang menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kodim 1409/Gowa dan seluruh jajaran TNI. Selama ini, melintasi sungai saat debit air naik menjadi tantangan berat bagi aktivitas harian warga maupun anak-anak sekolah. Dengan adanya jembatan gantung perintis ini, sarana transportasi antar-wilayah akan menjadi lebih aman, cepat, dan efisien.
Pembangunan diproyeksikan akan terus dipacu hingga selesai 100% agar dapat segera diresmikan dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Kabupaten Gowa.
Wartawan: Syamsir alam, Editor: Rahmiwati





