Sudah Saatnya Soliditas Ulama dan Polri Kembali Dibangun

 

MAKASSAR – Bunga Karno pernah berkata, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri.” Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak sekali sejarah, dari zaman sejarah awalnya kemerdekaan hingga saat ini.

Dalam konteks itu, diantara sejarah masa lalu yang tidak boleh dilupakan bangsa Indonesia adalah kiprah dan peran ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan RI. Secara spesifik para ulama telah membuktikan kiprahnya dalam menyusun lahirnya rumusan Pancasila bersama Ir. Soekarno dalam sidang BPUPKI yang tergabung dalam panitia 9 pada tanggal 1 Juni 1945.

Diantara para ulama yang ikut langsung dalam merumuskan Pancasila kala itu adalah KH. Abdul Kahar Muzakkir dari Muhammadiyah dan KH. Wachid Hasyim dari NU. Karena itu dari masa ke masa, peran dan andil ulama selamanya akan terus dibutuhkan bukan hanya oleh bangsa Indonesia tapi oleh umat manusia, karena para ulama merupakan pewaris para Nabi yang mengajarkan nilai-nilai mulia yang bersumber dari al-Qur’an dan hadis kepada manusia, agar mereka senantiasa berada di jalan yang benar, sesuai hukum Allah dan hukum negara.

Demikian pula pemerintah lebih khusus Polri sangat membutuhkan partisipasi ulama, khususnya dalam membantu tugas Polri dalam menghadirkan situasi kamtibmas apa lagi di tengah pandemi saat ini, dimana anjuran penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat adalah bagian dari konsen pemerintah.

Selanjutnya posisi humas atau biasa disebut public relations sangat dibutuhkan oleh hampir semua organisasi atau lembaga termasuk Polri, karena humas merupakan salah satu ujung tombak dan corong dari suatu organisasi.

Dalam menjalankan perannya sebagai ujung tumbak organisasi khususnya Polri, maka posisi humas dapat diibaratkan seperti “selebritis” yang begitu dikenal dan dekat dengan masyarakat luas karena sering terlihat tampil di depan publik, baik melalui media elektronik seperti TV, radio maupun surat kabar.

Fungsi humas tidak hanya sebagai penyampai berbagai informasi dari Polri, tapi juga harus mampu menjalin komunikasi dan relasi dengan berbagai pihak diantaranya adalah para ulama. Tampaknya hal ini telah dipahami betul oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan, sehingga beberapa waktu yang lalu terlihat ia bersilaturrahim di kediaman salah seorang ulama sepuh kharismatik NU di kota Makassar, Sulsel AGH. Sanusi Baco, Lc., yang sekaligus sebagai ketua MUI Sulsel.

Langkah yang dilakukan oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan sangat tepat dan perlu diapresiasi, karena hal tersebut tidak hanya akan membangun citra positif Polri khususnya Polda Sulsel di mata masyarakat tapi lebih dari itu, akan terwujud sebuah soliditas antara Polri dan ulama. Soliditas ini penting untuk terus dijaga mengingat tugas Polri saat ini dan ke depan semakin berat, khususnya yang terkait dengan potensi gangguan kamtibmas.

Akhirnya, kita berharap jalinan komunikasi antara ulama dan Polri terus dijaga dengan sebaik-baiknya, sehingga masyarakat semakin mencintai Polri dan di sisi lain terciptalah sebuah harmonisasi antara keduanya, demi mewujudkan Polri masa depan yang “PRESISI”, sebagaimana yang telah dicanangkan oleh Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo.