Mr Jun, Kita Semua adalah Penulis Bincang Literasi Rumah Literasi Pattingalloang

CYBER NEWS86 – Rumah Literasi Pattingalloang di Perkenalkan
Covid-19 datang menyapa dunia. Gemuruh ke khawatiran bergema di mana-mana.

Beragam dinamika menyeruak.Banyak turbelensi yang terjadi.Di sisi lain, pandemi covid-19 memaksa cara pandang seseorang berubah.

Akhirnya disadari bahwa disrupsi telah terjadi.Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran untuk bisa selamat dari fenomena tersebut agar paham cara dan metodologi dalam mengambil jalan kehidupan.

Inilah yang menjadi pandangan dari Founder Rumah Literasi Pattingalloang. dr Syukri Mawardi adalah seorang dokter yang menjadi inisiator berdirinya rumah literasi tersebut.

Dalam webinar yang digelar siang tadi, (Kamis, 25 Februari 2021) ia menyampaikan bahwa memilih menjadi pelita untuk menerangi kegelapan, dibanding merutuki kegelapan.

Di sesi tersebut, dr Syukri juga memperkenalkan tim dalam mengelolah dan memajukan rumah literasi pattingalloang. masing-masing adalah Rosnawati, S.Pd, Arma Zaida, S.Pd, Taufiqurrahman, S.Pd, Muji Budi Lestari, S.Pd,.St. Hajrah, S.Pd,. Amirullah, S.Pd,.M.Pd.

Kegiatan yang dihelat oleh RLP merupakan agenda yang dilakukan dalam rangka memperkenalkan Rumah Literasi Pattingalloang.

RLP menggandeng dua narasumber yang juga berkecimpung di dunia literasi. Masing-masing adalah Bapak Labbiri, S.Pd,.M.Pd Founder Rumah Literasi Gamacca.

Dalam webinarnya, ia menyampaikan bahwa menjadi founder atau pengurus rumah literasi harus banyak sabar dan lillahi taala. “jika diri kita sudah dihibakan untuk kemaslahatan ummat maka harus banyak sabar dan ikhlas. Apalagi sebagai pegiat literasi. Banyak pandangan pesimis dari orang-orang sekitar”, Ungkapnya dalam webinar.

Di lain sisi, salah satu pegiat RLP juga menyampaikan alasan menghadirkan sebagai narasumber yang sudah memiliki banyak pengalaman dalam hal mengelola rumah baca. “Kami sengaja menghadirkan Pak Labbiri karena beliau memiliki pengalaman dan kami ingin belajar tentang perjuangannya mendirikan rumah literasi gamaccanya. Selain itu, kami ingin mengetahui suka dukanya karena rumah literasi beliau jauh dari pusat kota”. Ucap Ibu Arma dalam webinar.

Sebagai pemula, RLP juga menggandeng penulis muda produktif sebagai upaya menggalakan literasi di lingkungan RLP tersebut. Junaedi, S.Pd,M.Pd merupakan guru penulis hadir memberikan materi dengan tajuk kita semua adalah penulis.

Dua narasumber telah menghipnotis peserta dengan materi cara mengelolah rumah literasi dan mengenalkan budaya lokal dan mengajak peserta untuk memulai menulis. Karena menulis adalah cinta. Ucap narasumber dalam webinarnya.

Peluncuran RLP disambut antusias bagi semua kalangan. Hal tersebut dibuktikan dengan kehadiran peserta dari dalam maupun luar daerah. Sebut saja Pak Agus, dalam sesi tanya jawab ia menanyakan perihal seseorang yang malas membaca, apakah bisa menghasilkan buku ? suasana webinar makin hangat dengan terjawabnya pertanyaan dari Pak Agus asal Karawang. Bahwa sebagai penulis pemula, hal utama yang dimulai adalah apa yang dirasa, dilihat, dan didengar.

Sesi akhir, Ibu Arma selain pengurus RLP, juga sebagai moderator webinar siang tadi menyampaikan harapannya. ”saya berharap RLP bisa menjadi salah satu wadah membumikan dan memajukan literasi di Gowa khususnya dan Indonesia Umumnya”. Ucap bu Arma.