Seorang kakek Hanyut Disungai Walennae,Tim Gabungan Polres Bone Berhasil Evakuasi Korban 

Bone – Seorang Warga Dusun Tonrong Orai Desa Welado Kec.Ajangale Kab.Bone Sulawesi Selatan gegerkan warga sekitar,Kamis (04/03/2021).   Pasalnya,warga yang diketahui bernama Salang bin Kacco

Rahmiwati

Bone – Seorang Warga Dusun Tonrong Orai Desa Welado Kec.Ajangale Kab.Bone Sulawesi Selatan gegerkan warga sekitar,Kamis (04/03/2021).

 

Pasalnya,warga yang diketahui bernama Salang bin Kacco (65) itu hanyut disungai Walennae.

Menurut Keterangan Saksi An.Nasir bahwa korban lel. Salang tua yang mulai pikun serta penglihatannya sudah rabun,pada saat korban hanyut di sungai saksi melihat korban di permukaan sungai dengan posisi tangan diangkat keatas serta bagian tubuh korban sudah tidak kelihatan/tenggelam yang berupaya menyelamatkan diri serta minta tolong namun saksi Nasir dalam keadaan kurang sehat sehingga tidak berupaya menolongnya namun saksi hanya berteriak minta tolong kepada orang yang bertempat tinggal di sekitar TKP dan tdk lama kemudian saksi sudah tidak melihat lagi korban Lel. Salang dan sudah tenggelam dari permukaan sungai.

 

Selanjutnya,Kepala Desa Welado Muh.Rupi bersama masyarakat dan personil Polsek Ajangale serta personil Koramil Ajangale melakukan Pencarian di pinggir sungai yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Ajangale Iptu Abdul Hamid,SH.

 

Pada Kamis Tgl 04 Maret 2021 sekitar pkl. 06.30 Wita telah ditemukan korban di Dusun Tonrong Orai Desa Welado Kec. Ajangale Kab Bone. Oleh Lel. UMAR Bin CONGGENG, Dan Lel. Umar memanggil Lel. TANSI, Lel. NASIRE, Lel. ABBA, Dan lel. Abba turun di sungai untuk mengambil korban dan menaikkan ke pinggir sungai setelah itu Lel. NASIRE Ke rumah korban menyampaikan bahwa korban sudah ditemukan

 

Kemudian Tim Gabungan Basarnas, Brimob, BPBD, Satpol PP,Personil Koramil serta Personil Polsek Ajangale yang dipimpin oleh Kapolsek Ajangale mengevakuasi korban kerumah Duka.

 

Menurut informasi yang berhasil dihimpun media ini,Korban rencana di makamkan di di Desa Pinceng pute penguburan umum setelah duhur.

 

Selanjutnya,Tim Kesehaatan Puskesmas Ajangale memeriksa korban dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan sehingga keluarga korban menolak untuk di lakukan otopsi.

Tags

Related Post