GOWA – Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) kini dituntut untuk bergerak lebih modern dan inovatif. Bertempat di Aula Makodim 1409/Gowa, Jl. Sultan Hasanuddin, Kabupaten Gowa, telah berlangsung kegiatan penyusunan data teknologi terapan sebagai sarana pendukung Satkowil Tahun Anggaran 2026, Selasa (12/05/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim III Pusterad, Kolonel Inf. Boy Hendrik, didampingi Komandan Kodim 1409/Gowa, Letkol Inf Heri Kuswanto, S.I.P. Acara ini dihadiri oleh jajaran perwira staf, Danramil, serta perwakilan Babinsa yang menjadi garda terdepan di wilayah.
Teknologi Simpel untuk Solusi Rakyat
Dalam sambutannya, Letkol Inf Heri Kuswanto menekankan bahwa di era sekarang, pengetahuan wilayah saja tidak cukup bagi seorang Babinsa. Dukungan data valid dan teknologi terapan menjadi kunci efektivitas kerja di lapangan.
“Satkowil modern butuh dukungan teknologi terapan yang simpel dan murah, tapi langsung bisa dipakai Babinsa untuk membantu rakyat. Kita mendata teknologi apa yang dibutuhkan agar kerja di desa makin gampang,” tegas Dandim 1409/Gowa.
Inovasi Lokal: Kompor Oli Bekas
Salah satu momen menarik dalam kegiatan ini adalah paparan mengenai inovasi teknologi terapan hasil karya Babinsa Kodim 1409/Gowa, yakni kompor berbahan bakar oli bekas. Inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa TNI AD mampu menciptakan solusi alternatif yang ekonomis bagi masyarakat di tengah tantangan energi.
Sementara itu, Danpusterad dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kolonel Inf. Boy Hendrik, memberikan apresiasi tinggi kepada Kodim Gowa. Beliau menegaskan bahwa penyusunan data ini adalah langkah strategis untuk memberikan panduan sistematis bagi satuan teritorial dalam mengimplementasikan inovasi berbasis teknologi.
Langkah Strategis TNI AD
Penyusunan data teknologi terapan ini merupakan bagian dari program kerja Pusterad di wilayah Kodam XIV/Hasanuddin TA 2026. Tujuannya jelas: mengoptimalkan Pembinaan Teritorial (Binter) melalui pendekatan yang lebih modern, digital, dan inovatif guna mendukung tugas-tugas teritorial yang semakin kompleks di masa depan.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan suvenir secara simbolis dan sesi foto bersama, dilanjutkan dengan pendalaman materi oleh tim ahli dari Pusterad.





