GOWA — Upaya mempercepat konektivitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pelosok terus digencarkan. Pengerjaan pembangunan Jembatan Gantung/Perintis Tahap V di dua titik strategis wilayah Kodim 1409/Gowa terus menunjukkan progres signifikan berkat kerja sama solid antara personil TNI dan masyarakat setempat. Pada Kamis (30/7/2026).
Pembangunan tahap V ini berfokus pada dua lokasi sungai utama di Kabupaten Gowa yaitu Lokasi Sungai Je’ne Lata (Desa Pattalikang, Kec. Manuju) Pengerjaan fisik telah mencapai 60% dan Lokasi Sungai Lambere (Desa Buakkang, Kec. Bungaya) Pengerjaan fisik telah mencapai 61,90%.
Proyek pembangunan ini melibatkan sinergi lintas unsur, mulai dari personel Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur), Zeni Bangunan (Zibang), Yon TP, Babinsa Kodim 1409/Gowa, hingga partisipasi aktif warga desa setempat yang antusias bergotong royong setiap harinya.
Jembatan gantung ini dirancang untuk menjadi urat nadi perhubungan baru yang akan mempermudah mobilitas warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta menjamin akses pendidikan yang lebih aman bagi anak-anak sekolah yang sebelumnya harus menyeberangi sungai.
Di tempat terpisah, Dandim 1409/Gowa, Letkol Inf Gilang Nugraha Kresnadi, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proyek vital ini.
“Kami sangat mengapresiasi semangat pantang menyerah para prajurit di lapangan serta kerja sama yang luar biasa dari masyarakat. Pembangunan jembatan gantung ini bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun harapan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Semoga hadirnya jembatan ini kelak dapat memutar roda perekonomian warga di Kecamatan Manuju dan Bungaya secara signifikan,” ujar Letkol Inf Gilang Nugraha Kresnadi.
Pembangunan kedua jembatan gantung ini ditargetkan selesai tepat waktu agar dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat luas.
Wartawan: Redaksi, Editor: Redaksi





