TNI  

Respon Cepat Keluhan Warga, Babinsa Koramil 1409-01/Somba Opu Bersama DLH Pantau Limbah Kandang Sapi di Manggarupi

GOWA – Menjelang hari raya Idul Adha, kesiapan hewan kurban menjadi perhatian penting, namun kenyamanan lingkungan tetap menjadi prioritas utama. Babinsa Kelurahan Bonto-Bontoa dari Koramil 1409-01/Somba Opu, Serka Syamsir, bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gowa melakukan peninjauan langsung ke kandang sapi milik warga di Jl. Manggarupi, Kelurahan Bonto-Bontoa, Kecamatan Somba Opu, Rabu (15/04/2026).

 

Peninjauan ini dilakukan sebagai respon cepat terhadap adanya pengaduan masyarakat setempat terkait masalah limbah ternak. Warga mengeluhkan bau tidak sedap akibat pembuangan limbah setiap hari yang dinilai mulai mengganggu aktivitas dan kenyamanan lingkungan sekitar pemukiman.

 

Kegiatan monitoring ini dihadiri oleh lintas instansi, di antaranya Kabid Lingkungan Hidup, Budi Wahyudi Rahman, S.STP, Kabid Trantib Satpol PP, R. Sidig, S.SOS, Lurah Bonto-Bontoa, H. Abd Asis, SE, serta Bhabinkamtibmas Aiptu Syamsuddin. Tim bertemu langsung dengan pemilik kandang, H. Danial Dg. Liong, untuk mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak.

 

Serka Syamsir menjelaskan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini bertujuan untuk memediasi serta memastikan adanya langkah konkret dalam pengelolaan limbah agar tidak mencemari lingkungan.

 

“Kami memahami kebutuhan akan hewan ternak menjelang Idul Adha, namun kebersihan lingkungan dan kenyamanan warga tidak boleh dikesampingkan. Kami bersama pihak DLH dan Kelurahan hadir untuk memberikan edukasi kepada pemilik kandang agar sistem pembuangan limbah segera dibenahi sehingga tidak lagi menimbulkan bau yang mengganggu,” ujar Serka Syamsir.

 

Dalam pertemuan tersebut, pihak pemerintah melalui DLH memberikan arahan teknis mengenai pengolahan limbah ternak yang lebih ramah lingkungan. Pemilik kandang juga kooperatif dan menyatakan kesediaannya untuk memperbaiki sistem sanitasi kandangnya demi menjaga keharmonisan dengan warga sekitar.

 

Hingga kegiatan berakhir, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Langkah persuasif ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga kebersihan lingkungan di wilayah Kelurahan Bonto-Bontoa.